Minggu, 15 April 2018

salep mata steril


LAPORAN PRAKTIKUM
FARMASI TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL
PEMBUATAN SALEP MATA








Nama Kelompok IV :

1.         Komarudin                                    15040033
2.         Kusniah Asih Rahayu                  15040034
3.         Maharani Afina Yolanda             15040036
4.        Laili zaharotul maulidiah            15040035
5.         Mia maulidina                               15040037

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH
JL. RAYA PEMDA TIGARAKSA KM 4 NO. 13
TANGERANG
2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum mata kuliah Farmasi Teknologi Sediaan Steril ”Pembuatan Salep Mata” dan kami juga berterima kasih kepada Sefi Megawati, S. Farm., M.Sc.,Apt selaku Dosen mata kuliah Farmasi Teknologi Sediaan Seril yang telah membimbing  kami.
            Kami sangat berharap laporan ini dapat berguna dan di mengerti. Kami  menyadari sepenuhnya bahwa di dalam laporan ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
            Semoga laporan sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya dan juga bermanfaat, sebelumnya kami mohon maaf  apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan terima kasih.

Tangerang, Maret 2018

Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR     ................................................................................       i
DAFTAR ISI    .................................................................................................      ii
I.              Tujuan     ...........................................................................................      1
II.           Tugas   ...............................................................................................      1
III.        Dasar Teori........................................................................................      1
IV.         Preformulasi.......................................................................................      6
V.            Formulasi   ........................................................................................    10
VI.         Data Evaluasi.....................................................................................    12
VII.      Kesimpulan.........................................................................................    14
VIII.   Wadah, Etiket, Brosur dan Kemasan................................................    15
DAFTAR PUSTAKA  
LAMPIRAN


I.         TUJUAN
Mahasiswa dapat membuat sediaan salep mata dan cara pengujiannya
II.    TUGAS
Buatlah sediaan salep mata hidrokortison 1% sebanyak 10 gram
III.   DASAR TEORI
1.         Definisi 
Menurut FI IV, salep mata adalah salep yang digunakan pada mata, di mana sediaan dibuat dari bahan yang sudah disterilkan dengan perlakuan aseptik yang ketat serta memenuhi syarat uji steril.
Salep mata adalah salep yang digunakan pada mata. Pada pembuatan salep mata harus diberikan perhatian khusus. Sediaan dibuat dari bahan yang sudah disterilkan dengan perlakuan aseptik yang ketat serta memenuhi syarat uji sterilitas (Anonim, 1995, hal: 12).
Salep mata adalah salep yang digunakan pada mata. Pada pembuatan salap mata   harus   diberikan   perhatian   khusus.   Sediaan   dibuat   dari   bahan   yang   sudah disterilkan dengan perlakuan aseptik yang ketat serta memnuhi syarat uji sterilitas. Bila bahan tertentu yang digunakan dalam formulasi salap mata tidak dapat disterilkan dengan cara biasa, maka dapat digunakan bahan yang yang memenuhi syarat uji sterilitas dengan pembuatan secara aseptik. Salep mata mengandung  bahan atau campuran bahan yang sesuai untuk mecegah pertumbuhan   atau   memusnahkan mikroba yang mungkin masuk secara tidak sengaja bila wadah dibuka pada waktu aplikasi penggunaan, kecuali   dinyatakan   lain dalam monografi, atau formulanya sendiri sudah bersifat   bakteriostatik.   (Goeswin, 2009)
Obat biasanya dipakai untuk mata untuk maksud efek lokal pada pengobatan bagian permukaan mata atau pada bagian dalamnya. Yang paling sering digunakan adalah larutan dalam air, tapi bisa juga dalam bentuk suspensi, cairan bukan air dan salep mata. Berbeda dengan salep dermatologi salep mata yang baik yaitu :
a.         Steril
b.        Bebas hama/bakteri
c.          Tidak mengiritasi mata
d.        Difusi bahan obat ke seluruh mata yang dibasahi karena sekresi cairan mata.
e.         Dasar salep harus mempunyai titik lebur/titik leleh mendekati suhu tubuh (Ansel,1989)
Obat salep mata harus steril berisi zat antimikrobial preservative, antioksidan, dan stabilizer. Menurut USP XXV, salep berisi chlorobutanol sebagai antimikrobial dan perlu bebas bahan partikel yang dapat mengiritasi dan membahayakan jaringan mata. Sebaliknya, dari EP (2001) dan BP (2001) ada batasan ukuran partikel, yaitu setiap 10 mikrogram zat aktif tidak boleh mengandung atau mempunyai partikel > 90 nm, tidak boleh lebih dari 2 partikel > 50nm, dan tidak boleh lebih dari 20,25 nm (Lukas, 2006).


2.         Keuntungan dan kerugian
Salep mata bekerja pada kelopak mata, kelenjar sebasea, konjungtiva, kornea dan iris. Penggunaan salep mata ini memiliki keuntungan dan kerugian diantaranya adalah:
a.    Keuntungan
1)        Dapat memberikan bioavailabilitas lebih besar daripada sediaan larutan dalam air yang ekuivalen.
2)        Onset dan waktu puncak absorbsi yang lebih lama.
3)        Waktu kontak yang lebih lama sehingga jumlah obat yang diabsorbsi lebih tinggi.
b.    Kerugian
1)         Dapat menggangu pengelihatan, kecuali jika digunakan saat akan tidur
2)        Dari tempat kerjanya yaitu bekerja pada kelopak mata, kelenjar sebasea, konjungtiva, kornea dan iris.
3.         Basis salep mata
Dasar salep pilihan untuk salep mata harus tidak mengiritasi mata dan harus memungkinkan difusi bahan obat ke seluruh mata yang dibasahi karena sekresi cairan mata. Dasar salep mata yang digunakan juga harus bertitik lebur yang mendakati suhu tubuh. Dalam beberapa hal campuran dari petroletum dan cairan petrolatum (minyak mineral) dimanfaatkan sebagai dasar salep mata. Kadang-kadang zat yang bercampur dengan air seprti lanolin ditambahkan kedalamnya. Hal ini memungkinkan air dan obat yang tidak larut dalam air bartahan selama sistem penyampaian (Ansel,1989).
Oculenta, sebagai bahan dasar salep mata sering mengandung vaselin, dasar absorpsi atau dasar salep larut air. Semua bahan yang dipakai untuk salep mata harus halus, tidak enak dalam mata. Salep mata terutama untuk mata yang luka. Harus steril dan diperlukan syarat-syarat yang lebih teliti maka harus dibuat saksama. Syarat oculenta adalah:
a.         Tidak boleh mengandung bagian-bagian kasar.
b.        Dasar salep tidak boleh merangsang mata dan harus memberi kemungkinan obat tersebar dengan perantaraan air mata.
c.         Obat harus tetap berkhasiat selama penyimpanan.
d.         Salep mata harus steril dan disimpan dalam tube yang steril
(Anief, 2000, hal: 117).
4.         Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyediakan Sediaan Salep Mata :
a.         Sediaan dibuat dari bahan yang sudah disterilkan dengan perlakuan aseptik yang ketat serta memenuhi syarat uji sterilitas. Bila bahan tertentu yang digunakan dalam formulasi tidak dapat disterilkan dengan cara biasa, maka dapat digunakan bahan yang memenuhi syarat uji sterilitas dengan pembuatan secara aseptik. Salep mata harus memenuhi persyaratan uji sterilitas. Sterilitas akhir salep mata dalam tube biasanya dilakukan dengan radiasi sinar γ. (Remingthon pharmauceutical hal. 1585).
b.        Kemungkinan kontaminasi mikroba dapat dikurangi dengan melakukan pembuatan uji dibawah LAF.
c.         Salep mata harus mengandung bahan atau campuran bahan yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan atau memusnahkan mikroba yang mungkin masuk secar tidak sengaja bila wadah dibuka pada waktu penggunaan. Kecuali dinyatakan lain dalam monografi atau formulanya sendiri sudah bersifat bakteriostatik (lihat bahan tambahan seperti yang terdapat pada uji salep mata. 
d.        Wadah salep mata harus dalam keadaan steril pada waktu pengisian dan penutupan. Wadah salep mata harus tertutup rapat dan disegel untuk menjamin sterilitas pada pemakaian pertama. Wadah salep mata kebanyakan menggunakan tube, tube dengan rendahnya luas permukaan jalan keluarnya menjamin penekanan kontaminasi selama pemakaianya sampai tingkat yang minimum. Secara bersamaan juga memberikan perlindungan terhadap cahaya yang baik.








IV. PREFORMULASI
a.    Tujuan Farmakologi Obat
1)      Adeps Lanae/ Lanolin (FI III, hal 61)
Lanolin adalah zat berupa lemak yang dimurnikan diperoleh dari bulu domba yang dibersihkan dan dihilangkan warna dan baunya. Mengandung air tidak lebih dari 0,25 %. Boleh mengandung antioksidan yang sesuai tidak lebih dari 0.02 %. Penambahan air dapat dicampurkan ke dalam lanolin dengan pengadukan.
Pemerian 
Zat serupa lemak, liat, lekat, kuning muda atau kuning pucat, agak tembus cahaya, bau lemah dan khas.
Kelarutan
Praktis tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%), mudah larut dalam kloroform dan dalam eter.
Jarak lebur 
Antara 36oC dan 42oC
Khasiat
Zat tambahan
Penyimpanan
Dalam wadah tertutup baik, sebaiknya pada suhu kamar terkendali.
      





2)      Paraffin Liquidum (Handbook of Pharmaceutical Excipients)
Pemerian
Transparan, tidak berwarna, cairan kental, tidak berfluoresensi, tidak berasa dan tidak berbau ketika dingindan berbau ketika dipanaskan.
Kelarutan
Praktis tidak larut etanol 95%, gliserin dan air. Larut dalam jenis minyak lemak hangat.
Stabilitas
Dapat teroksidasi oleh panas dan cahaya.
Khasiat
Laksativ (pencahar), mata kering
OTT
Dengan oksidator kuat
Penyimpanan
Wadah tertutup rapat, hindari dari cahaya, kering dan sejuk










3)      Vaseline Flavum (FI III, hal 633)
Nama Lain
Petrolatum
Pemerian
Berwarna kuning hingga kuning pucat, bermassa ringan, tidak berbau dan tidak berasa.
Kelarutan
Tidak larut dalam aseton, ehanol panas dan digin, gliserin serta air; Larut dalam benzene, karbon disulfit, kloroform, eter, heksane, dan minyak volatile.
Fungsi
Emollient, Basis Ointment
Penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat

4)      Cara Sterilisasi bahan
No
Nama Bahan
Cara Sterilisasi
1
Adeps lanae
oven 400 C, 15menit
2
Parafin liq
oven 400 C, 15menit
3
Vaselin flavum
oven 400 C, 15menit
4
Hidrokortison







5)      Cara Penggunaan sediaan
a)        Cuci tangan
b)        Buka tutup dari tube
c)        Dengan satu tangan, tarik kelopak mata bagian bawah perlahan-lahan
d)       Sambil melihat keatas, tekan sejumlah kecil salep kedalam kelopak mata bagian bawah (± ¼ – ½ inci). Hati-hati agar tidak menyentuhkan ujung tube pada mata, kelopak mata, jari, dll
e)        Tutup mata dengan lembut dan putar bola mata kesegala arah pada saat mata ditutup. Kadang-kadang pengaburan dapat terjadi
f)         Kelopak mata yang tertutup dapat digosok dengan lembut dengan jari untuk mendistribusikan obat melalui fornix.
g)        Tutup kembali tube
·           Hati-hati untuk mencegah kontaminasi tutup tube saat dibuka.
·           Pada saat tube salep dibuka pertama kali, tekan keluar ¼ inci salep dan buang karena mungkin terlalu kering.
·           Jangan pernah menyentuh ujung tube dengan permukaan apapun.
·           Jika mempunyai lebih dari satu tube untu salep mata yang sama, buka satu tube saja.
·           Jika menggunakan lebih dari satu jenis salep mata pada waktu yang sama, tunggu sekitar 10 menit sebelum menggunakan salep lainnya.
·           Untuk memperbaiki aliran dari salep, pegang tube dalam tangan selama beberapa menit sebelum digunakan.
·           Sangat bermanfaat untuk latihan menggunakan salep dengan persis di depan cermin.

V.    FORMULASI
a.    Permasalahan dan Penyelesaian
b.   Formula yang dibuat
Eye ointment basis (BPC) dan Eccipinate Per Pomata Oftalmuche (Ph Itali)
R/         Paraffin Liq     10
            Vaselin Plav    80
            Adeps Lanae   10
Zat aktif : Hidrocortison 1%

c.    Perhitungan dan penimbangan
            Hidrokortison 1%       = ×10 g = 0,1 g =100mg
            Paraffin Liq                 = ×10 g = 1 g + (1×) =1,25g
            Vaselin Flavum           = ×10g = 8g + (8×) =10g
            Adeps Lanae               = ×10 g =1 g + (1×) =1,25g
Basis salep                   = 10 gram – 0,1 gram = 9, 9 gram


No
Nama Bahan
Penimbangan
1
Adeps Lanae
1,25 gram
2
Vaselin Flavum
10 gram
3
Parafin Liq
1,25 gram
4
Hidrokortison
0,1 gram

d.   Cara Kerja
1)   Cara pembuatan sediaan
Buat basis salep dilebihkan 25%
a)      Timbang semua bahan basis salep
b)      Masukkan ke dalam cawan yang dilapisi kassa rangkap 2, tutup cawan dengan alumunium foil/kaca arloji
c)      Sterilkan dengan menggunakan Oven suhu 170oC selama 30 menit
d)     Basis salep disaring dan aduk hingga membentuk salep
e)      Timbang basis salep sesuai dengan yang dibutuhkan
f)       Campur basis salep dengan zat aktif hingga homogen
g)      Masukkan ke tube dengan bantuan kertas perkamen
h)      Tutup tube, dan sterilkan menggunakan oven
i)        Buat kemasan dan lakukan uji (Uji ph, Uji Homogenitas, Uji Organoleptis, Uji Viskositas).




2)   Cara Sterilisasi
Sterilisasi  Alat
        Pada praktikum pembuatan  salep mata, kelompok kami tidak melakukan sterilisasi alat dengan menggunakan oven atau autoclav tetapi kami hanya melakukan sterilisasi tube salep dengan menggunakan alcohol 70% selama 15 menit. Seharusnya pada saat sterilisasi tube menggunakan alkhol 70% selama 24 jam untuk tube plastik, sedangkan pada tube yang terbuat dari besi disterilisasi menggunakan autoclave 121 oC selama 15-30 menit, oven 160 oC selama 1 jam.
VI. DATA EVALUASI
A.  Evaluasi sediaan salep mata
1.      Uji pH
a.       Kertas lakmus biru : Berubah warna jadi merah
b.      Kertas lakmus merah : tidak berubah warna
Sehingga dapat disimpulkan bahwa salep mata yang kami buat bersifat asam.
2.      Uji Homogenitas
Dalam pengujian kali ini didapat salep mata yang tidak Homogen karena dalam salep mata yang kami buat masih terdapat partikel - partikel kecil bahan yang tidak larut.
3.       Uji Organoleptis
a.       Bentuk            : Semi Padat
b.      Warna : putih
c.       Bau   : Tidak Tengik
4.      Uji Viskositas
Tidak dilakukan, karena untuk melakukan pengujian ini harus memiliki bobot ±50g

B.     Pembahasan
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan  dan pengujian sediaan salep mata dengan beberapa basis secara steril, oleh karena itu hal pertama yang harus kami lakukan adalah membuat basis salep mata terlebih dahulu, pada praktikum ini kami membuat dengan zat akif  hydrocortison asetat 1%.
Proses aseptis sendiri adalah proses pengolahan produk steril tanpa sterilisasi akhir. Berbeda dengan metode sterilisasi akhir, metode aseptis merupakan proses perlindungan pasif dari kontaminasi, oleh karena itu resiko kontaminasi metode aseptis lebih tinggi dari metode sterilisasi akhir.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mensterilkan semua alat yang digunakan antara lain. Cawan penguap, kaca arloji, mortir, stamper, sendok tandu, dan tube salep  disterilkan dengan menyemprotkan alcohol 70%; Setelah mensterilkan semua alat yang akan dipakai barulah melanjutkan proses pembuatan salep yang semuanya dilakukan di dalam ‘in case’ untuk menghindari adanya kontaminasi.
Tahap selanjutnya adalah penimbangan basis salep, pada tahap ini berat penimbangan dilebihkan 25%, karena setelah sterilisasi di oven selama 30 menit dengan suhu 150°C ditakutkan sebagian basis menempel pada kain kasa sehingga penimbangan basis dilebihkan 25%. Basis yang digunakan adalah vaselin flavum, adeps lanae dan paraffin liq, dan untuk  zat aktif salep mata ialah hidrocortison asetat. Semua basis salep tersebut ditimbang dengan urutan basis sesuai dengan konsistensinya yakni basis salep yang semi padat ditimbang lebih dulu baru yang berbetuk cair supaya lebih mudah dalam penimbanganya . Setelah ditimbang dan di sterilkan. Setelah basis siap barulah dicampur dengan zat aktif dan dimasukan dalam tube salep steril.
Parameternya adalah homogenitas, untuk menjamin efek obat; bentuk, bau dan warna untuk melihat apakah ada perubahan fase; dan partikel asing untuk menjamin kenyamanan pasien. Dan dari percobaan evaluasi praktikum ini di dapatkan hasil bentuk yang tetap semi padat; warna, yang putih ;  bau yang tidak tengik; dan tidak homogenitas; dan masih bebas dari partikel asing. Pada praktikum kali ini juga dilakukan uji pH dengan menggunakan stik pH Dimana didapat tingkat pH pada sediaan salep mata kami sekitar 5,5 cukup asam dimana batas normal pH salep mata yaitu pH 7.

VII.     KESIMPULAN
·      Basis salep yang dipilih tidak boleh mengiritasi mata, memungkinkan difusi obat dalam cairan mata dan tetap mempertahankan aktivitas obat dalam jangka waktu tertentu pada kondisi penyimpanan yang tepat.
·      Dari hasil uji homogenitas dengan menggunakan mikroskop atau panca indra didapat salep sedikit mengandung partikel dan kurang homogen
·      Pada pengujian pH didapat tingkat pH pada sediaan salep mata kami sekitar 5,5 cukup asam dimana batas normal pH salep mata yaitu pH 7 / 7,4  (netral).













VIII.       WADAH, ETIKET, BROSUR DAN KEMASAN
1.         Kemasan
                



2.         Etiket                                                                       
               





3.      Text Box: HYDROCORTISONE ®
SALEP MATA
Komposisi :
Tiap gram mengandung :
Hidrokortison   ....................   1%
Farmakologi :
Hydrocortisone adalah kortikosteroid topikal yang mempunyai efek anti-inflamasi, anti-alergi dan antipruritus pada penyakit kulit.
Indikasi :
- Inflamasi pada bagian palpebrae dan bulbar konjungtiva
- Inflamasi pada kornea
- Inflamasi pada bagian depan bola mata
Kontra indikasi :
Hipersensivitas atau reaksi toksik terhadap obat kortikosteroid
Efek samping :
- Efek samping yang sering dijumpai: alergi pada kulit, infeksi sekunder glaukoma.
- Efek samping yang jarang dijumpai: mata merah, mata berair, rasa terbakar, dan tersengat. Penanganannya: hentikan pemakaian .
Peringatan dan perhatian :
Tube harus tertutup rapat, jangan sentuh ujung tube. Hanya untuk pemakaian luar.
Aturan pakai :
Oleskan salep tipis dan perlahan pada kelopak mata bagian bawah 1-4x sehari sesuai petunjuk dokter.
Penyimpanan :
Simpan di tempat sejuk, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

No. Reg : DKL 12300321 AI 
Exp. Date : JANUARI 2022

PT. STERILIZE PHARMACEUTICAL   
TANGERANG – INDONESIA                    

Brosur






















DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, edisi III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, edisi IV, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Agoes,   Goeswien,   2009.   Sediaan   Farmasi   Steril.   Bandung : Penerbit   ITB
Anief, M. ( 2000). Ilmu Meracik Obat Teori Dan Praktek. Cetakan ke- 9. Yogyakarta: Gajah Mada University- Press. 
ANSEL, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: Penerbit UniversitasIndonesia (UI-Press).
Lukas, Stefanus. 2006. Formulasi steril. Penerbit Andi : Jakarta.














LAMPIRAN

Text Box: Timbang bahan obat dengan menggunakan timbangan biasa atau timbangan analitik Text Box: Siapkan bahan yang ingin  digunakan seperti : parafin liq, vaselin plav, adeps lanae, hidrocortison            



Text Box: Setelah bahan sudah di timbang kemudian  disatukan dalam cawan pengaup dan di masukan ke dalam oven agar bahan mlarut dan tercampurText Box: Setelah bahan sudah  larut dan tercampur kemudian dimasukan kedalam lumpang untuk dicampurkan dengan  hidrocortison dan di gerus ad homogen, setelah itu masukan ke dalam wadah                    






Text Box: Setelah bahan sudah  dimasukan ke dalam wadah lakukan pengujian seperti uji homogenitas dengan di lihat dibawah mikroskop dan uji Ph dengan Ph meter atau kertas Ph                    




Text Box: Setalah bahan sudah di masukan kedam wadah selanjutnya di beri etiket (Biru)                







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

salep mata steril

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL PEMBUATAN SALEP MATA Nama Kelompok IV : 1.          Komar...